BREAKING NEWS

BERPENAMPILAN


Tren untuk berpenampilan di zaman yang sudah semakin berkembang semakin merajalela. Namun banyaknya style yang ada, kita harus bisa memilah dan tidak bisa meniru orang lain. Seorang wanita pasti ingin berpenampilan cantik dari ujung rambut sampai kepala. Hingga sekarang tren dari model baju, sepatu, celana semakin lucu dan unik.

Jika kita mampu berpenampilan yang modis dan mengikuti tren akan menyusahkan diri kita sendiri. Banyak orang yang ingin mengikuti tren terbaru hingga tidak memikirkan dari segi uang dan lebih parahnya masih meminta uang kepada orang tua. Perkembangan tren untuk baju yang semakin menarik sehingga mau tidak mau, kita harus membeli baju sesuai tren yang ada.

Berbeda jika kita memiliki penghasilan sendiri dan mengikuti  tren yang ada. Tidak masalah, namun tatkala umur kita terus bertambah dan kita dituntut untuk mandiri. Yang sebelumnya masih meminta uang orang tua, namun sekarang harus bisa mengatur uang sendiri dan harus bisa hemat dalam segala hal.

Sifat seseorang yang selalu melihat ke atas tanpa memikirkan saudara kita yang masih kekurangan. Apalagi mereka hidup sendiri dari kecil tanpa orang tua yang mendampingi mereka. Berpenampilan memang kebutuhan primer, namun kita juga harus memikirkan kebermanfaatan untuk diri kita sendiri.

Jika kita memiliki gaya hidup boros akan menyusahkan diri kita sendiri dan orang tua kita. Padahal kita dituntut tidak hanya untuk berpakaian bagus, namun juga makan dan harus memiliki tempat tinggal yang layak. Memang sebaiknya kita harus rajin menabung apalagi kita sudah bekerja dan tidak menghamburkan uang.

Namun godaan seorang cewek, jika ada teman kita yang bergaya style yang keren dan sedang ngtren pasti kita terpengaruh. Jiwa yang demikian pasti melekat dan tidak semua cewek mudah terpengaruh. Sifat yang jelek memang harus diculling dan tidak ada gunanya.

Apalagi kalo kita dari keluarga yang sederhana, kasihan orang tua kita yang susah mencari uang demi anaknya. Sedangkan anaknya hidup boros dan bergaya tidak normal. Memang ini hanya tulisan yang harus dicermati bagi diri kita sendiri agar mampu bergaya sesuai kemampuan kita dan tetap sederhana dan tidak sombong.

BERTEMU DOKTOR SOESILO ANANTA TOER


Beberapa waktu yang lalu, aku mengunjungi perpustakaan pramoedya ananta toer (PATABA). Pataba ini letaknya di Jetis, Blora. Pataba ini adalah rumah kecil Pak Pramoedya dan sekarang ditempati oleh Pak Soes. Aku berkunjung di Pataba sekitar pukul 15.00. Jarak kosku ke Pataba hanya 10 menit jika naik gojek.

Dirumahnya yang sederhana, kami berbincang-bincang dengan Pak Soes dengan banyak pertanyaan yang diontarkan oleh beliau. Hingga aku menjawabnya dengan manggu-manggut paham. Banyak sekali yang pertanyaan yang muncul dan aku tidak paham. Inilah sebabnya jika kurang membaca.

Namun ditengah perbincangan yang hangat, beliau juga menceritakan pengalamannya yang begitu banyak ketika masih muda. Dan kisah beliau menjadi penulis. Ada satu pertanyaan dari beliau yang melekat dibenakku yaitu apa hakikatnya hidup? Dan aku menjawab ingin menjadi sukses dan membahagiakan orang tua.

Tetapi beliau malah menambahkan jawabannku bahwa untuk sukses dan membahagiakan orang tua itu harus bekerja. Ada 3 kata yang terpatri dari kata Pak Soes yaitu belajar, bekerja dan berkarya. Nah disini, aku memahami 3 kata tersebut bahwa dalam hidup itu penting.

Memang, jika sudah belajar dan bekerja kita harus berkarya. Pasalnya jika ingin berkarya harus memulai dari hal yang kecil dan harus berani. Bukannya seperti itu ? Memang segala sesuatu harus fokus dan kontinyu agar sesuatu yang dihasilkan maksimal. Terkadang kita memilih dua pilihan, tetapi 1 pilihan tersebut untuk cadangan. Alhasil kita menjadi tidak fokus.

Kembali lagi, untungnya waktu lalu dapat berbincang dengan Pak Soes selama 2 jam dan beliau harus ke Madura untuk mengisi seminar. Meskipun diwaktu yang singkat, tidak masalah dan aku dapat berkunjung kembali karena mumpung masih di Blora. Banyak buku yang beliau tulis tentang Pram dan lainnya.

Dan aku sudah membaca buku tentang komponis kecil yang ceritanya sangat bagus dan mengena dihati. Kisah perjalanan seorang pengamen menjadi komponis kecil berkat kegigihannya dalam bekerja menjadi nila poin plus.

Padahal beliau adalah seorang S3 lulusan institusi di Rusia. Ijazah yang beliau peroleh tidak berfungsi karena ada beberapa alasan tertentu. Alhasil di usia yang sudah lanjut, beliau tidak pantang menyerah untuk selalu bekerja menjadi pemulung. Meskipun banyak orang yang mengejek karena lulusan S3. Namun beliau tidak berkecil hati karena pada dasarnya kita mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri. Bahkan ejekan orang yang muncul tidak membuat kenyang. Itu sangat benar.

Catatan bagiku, memang sekarang aku sudah belajar dan sedang bekerja. Memang harus tekun dan teliti dalam bekerja agar mampu berkarya nantinya kelak. Amin. 





Pataba, Jetis Blora.
 
Copyright © 2014 I HAVE A DREAM. Designed by OddThemes