BREAKING NEWS

LABORATORIUM RUMAH KEDUAKU


Sejak zaman SMK, laboratorium menjadi rumah keduaku. Hal ini tetap melekat sampai aku kuliah. Berbicara tentang passion memang sulit, apalagi setelah masih SMK paling nanti ujungnya bisa bekerja. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk bisa kuliah. Nah disini, meskipun sudah kuliah aku tetap senang berada di lab.

Suatu ketika semester 1, ada praktikum mata kuliah biologi dan aku sangat antusias mengikuti jalannya praktikum. Meskipun latar belakangku dari SMK, sejak pagi berkutat dengan alat kimia dan harus stay menunggu proses ekstraksi ataupun distilasi yang menunggu berjam-jam. Sudah menjadi tradisi dan makanan sehari-hariku ketika masa SMK. 

Dulu, aku tidak pernah berfikiran bisa masuk SMK Kimia di Madiun. Aku berfikiran pasti sulit karena deretan rumus kimia yang rumit. Setelah masuk, memang tidak sesulit yang difikirkan. Pada dasarnya, SMKku lebih banyak mengajarkan praktek dibandingkan dengan teori. Jadi kalau kita lulus dari SMK Kimia pasti kita sudah memiliki keterampilan. 

Ujian praktekku ketika SMK adalah membuat sabun padat. Nah disini, aku diajari membuat sabun dengan menggunakan NaOH. Semua bahan dan alat dilab sudah disiapkan oleh asisten lab. Sistem alat dan bahan lab yang akan digunakan, harus ditulis terlebih dahulu untuk proses peminjaman. Hal ini untuk memudahkan asisten lab dalam mendata bahan dan alat yang dikeluarkan.

Pasti jika dilab, kita harus menggunakan jas lab beserta masker atau sarung tangan (jika diperlukan). Hal yang tidak diinginkan ketika berhubungan dengan alat kimia adalah PECAH. Jika ada siswa yang memecahkan alat kimia, maka siswa tersebut harus mengganti dengan barang dan merk yang sama. Apalagi jika alat tersebut mahal dan tidak dikota sekolah tersebut. Nah ini letak kesulitannya!!

Tidak hanya teliti, namun kita dituntut agar tidak ceroboh dalam menggunakan alat kimia. Masa SMK, banyak memberikan bekal kompetensi praktek ketika aku masuk kuliah. Hingga sampai saat kuliah, penelitian yang aku ambil juga tentang kimia yaitu ekstraksi. Dan aku belum bisa move on dari bau kimia.


               Penelitian menuangkan ethanol di serbuk simplisia di HPT Fakultas Pertanian UB.


                                                          Proses maserasi pada ekstraksi.


PKL? Kegiatan yang pernah aku lakukan ketika zaman SMK dan Kuliah. Jadi sudah tidak asing jika kuliah melakukan PKL. Umumnya kuliahku tentang peternakan, seharusnya aku PKL dibidang pakan, hatchery, pembibitan. Namun aku berbeda lagi, aku mengambil PKL dibidang pengolahan hasil ternak yaitu pengolahan es krim. Posisi yang aku ambil juga dibagian QC (Quality Control). Quality Control biasanya diisi oleh anak teknik kimia industri dan pangan. 

Aku memang sudah menemukan passionku, tetapi aku harus mencoba yang tidak menjadi passionku. Pada dasarnya jika kita hanya mengandalkan passion, menurutku sangat rugi karena kita juga perlu mencoba pekerjaan yang penuh tantangan. Mungkin dengan pekerjaan yang bukan passion kita, membuat jalan kita menjadi sukses. Amin.

TEMAN ANDALAN


Perkenalkan teman andalanku yaitu Nurul Jannatin Aliyah. Dia dari Tuban. Asli Jawa tulen. Teman yang aku kenal dari mulai maba. Aku mengenalnya ketika ospek universitas, kita kenal karena satu kelompok dengannya. Selain satu kelompok ketika ospek universitas, ternyata kami juga dipertemukan diospek fakultas. Selanjutnya kami membuat peralatan ospek fakultas dikosnya bersama teman baru yang lainnya. 

Ospek fakultas berlangsung selama 2 hari, kita mendapat tugas dan lumayan banyak. Setelah ospek selesai, ternyata kami teman satu kelas. Kami saling akrab hingga sampai sekarang. Dia juga mendapatkan beasiswa bidikmisi, sama seperti denganku. Aku sangat senang memiliki teman baru ketika maba terutama yang cocok denganku. Aku tipe berteman ke sesama sangat sulit untuk langsung akrab. Hari demi hari, kami seperti adik kakak yang berangkat kuliah bersama begitupun sampai pulang kuliah.

                                                               Dikelas ketika semester 1

Kosnya Nurul juga tidak begitu jauh dengan kosku, ternyata kita bertetanggan. Terkadang kami mengerjakan tugas bersama, hingga aku menginap dikosnya hehe. Nurul adalah teman yang solid, kuat dan pintar. Namun dia kadang juga keras dan sering marah peace. Dia memiliki basic di lapang (ekstrovertnya bagus) sedangkan aku lebih ke introvert. Jadi jika kita satukan, maka kami menjadi tim yang kokoh. Sering kali kami juga marah, namun hanya sementara karena salah presepsi saja.

Nurul ternyata suka menulis dari sejak zaman SMA, hingga aku diajak untuk mengikuti jejaknya wihh... Keren kan ?
Ketika saatnya tiba, kami mengikuti PIMB dan akhirnya lolos sampai LKTI ke berbagai Universitas di Indonesia. Tidak kusangka baru semester 2, kami lomba perdana ditingkat Nasional. Berkat kami berguru di Mas Muchlas, Mas Doni dan perjuangan yang keras, kami bisa juara 2. Sejujurnya, aku sejak SMK tidak memiliki basic menulis ilmiah. Dan menulis saja jika ada tugas sekolah. Padahal manfaat menulis ilmiah memiliki output yang banyak. Aku hanya mementingkan akademik, padahal non akademik juga sangat penting.

                                             Survei Luwak  di Jalan Bunga Vinolia tahun 2015




                                                      PENNAS tahun 2014 di Kanjuruhan

Membaca adalah hal yang tidak begitu kusuka. Dalam tanda kutip “jika bacaan berhubungan dengan akademik” ini aku suka. Pada suatu ketika ada tugas kuliah dan diharuskan untuk membaca. Aku pernah berkeluh kesah ke Nurul soal malasnya aku membaca, hingga dia komplain denganku. Dia salah satu teman yang sangat perhatian kepadaku, ketika ulang tahunku Nurul menghadiahiku buku biar aku suka membaca. So sweet kan?

Tatkala sifat kami yang berbeda, membawa tim kami selalu kompak dan mendapatkan juara. Kelebihan dia ketika dilapang sangat baik sedangkan basicku di lab. Hingga pada saatnya, sensasi pertama ketika kami mendapatkan dana untuk lomba yang sangat melekat dihati. Tidak hanya itu juga, sensasi kami juga harus mengikuti ujian susulan ketika UTS/UAS. Tidak hanya melulu lomba, dia juga teman curhat yang selalu setia mendengarkan keluh kesahku baik itu segi cinta, keluarga dan kuliah.

Aku juga banyak belajar darinya mulai dari manajemen waktu. Susah yang satu ini ketika mengatur waktu antara kuliah dan organisasi. Ketika kuliah, sejak semester 1 dia mendapatkan IP yang bagus. Semester 3 adalah semester yang padat-padatnya praktikum dan full organisasi. Hasil dia dalam manajemen waktu sangat baik adalah mendapatkan IP yang bagus dan organisasi tetap jalan. Sedangkan aku memutuskan tidak mengikuti kepanitian dan IP malah turun.

Itulah manusia memiliki sisi yang berbeda dan unik. Aku sangat senang dan bersyukur bisa mempunyai teman yang sangat klop dari segi apapun. Semoga kami sukses bersama dalam meraih cita-cita.
 
Copyright © 2014 I HAVE A DREAM. Designed by OddThemes