Beberapa waktu yang lalu, aku
mengunjungi perpustakaan pramoedya ananta toer (PATABA). Pataba ini letaknya di
Jetis, Blora. Pataba ini adalah rumah kecil Pak Pramoedya dan sekarang
ditempati oleh Pak Soes. Aku berkunjung di Pataba sekitar pukul 15.00. Jarak
kosku ke Pataba hanya 10 menit jika naik gojek.
Dirumahnya yang sederhana, kami
berbincang-bincang dengan Pak Soes dengan banyak pertanyaan yang diontarkan
oleh beliau. Hingga aku menjawabnya dengan manggu-manggut paham. Banyak sekali
yang pertanyaan yang muncul dan aku tidak paham. Inilah sebabnya jika kurang
membaca.
Namun ditengah perbincangan yang
hangat, beliau juga menceritakan pengalamannya yang begitu banyak ketika masih
muda. Dan kisah beliau menjadi penulis. Ada satu pertanyaan dari beliau yang
melekat dibenakku yaitu apa hakikatnya hidup? Dan aku menjawab ingin menjadi
sukses dan membahagiakan orang tua.
Tetapi beliau malah menambahkan
jawabannku bahwa untuk sukses dan membahagiakan orang tua itu harus bekerja.
Ada 3 kata yang terpatri dari kata Pak Soes yaitu belajar, bekerja dan
berkarya. Nah disini, aku memahami 3 kata tersebut bahwa dalam hidup itu
penting.
Memang, jika sudah belajar dan bekerja
kita harus berkarya. Pasalnya jika ingin berkarya harus memulai dari hal yang
kecil dan harus berani. Bukannya seperti itu ? Memang segala sesuatu harus
fokus dan kontinyu agar sesuatu yang dihasilkan maksimal. Terkadang kita
memilih dua pilihan, tetapi 1 pilihan tersebut untuk cadangan. Alhasil kita
menjadi tidak fokus.
Kembali lagi, untungnya waktu lalu
dapat berbincang dengan Pak Soes selama 2 jam dan beliau harus ke Madura untuk
mengisi seminar. Meskipun diwaktu yang singkat, tidak masalah dan aku dapat
berkunjung kembali karena mumpung masih di Blora. Banyak buku yang beliau tulis
tentang Pram dan lainnya.
Dan aku sudah membaca buku tentang
komponis kecil yang ceritanya sangat bagus dan mengena dihati. Kisah perjalanan
seorang pengamen menjadi komponis kecil berkat kegigihannya dalam bekerja
menjadi nila poin plus.
Padahal beliau adalah seorang S3
lulusan institusi di Rusia. Ijazah yang beliau peroleh tidak berfungsi karena
ada beberapa alasan tertentu. Alhasil di usia yang sudah lanjut, beliau tidak
pantang menyerah untuk selalu bekerja menjadi pemulung. Meskipun banyak orang
yang mengejek karena lulusan S3. Namun beliau tidak berkecil hati karena pada
dasarnya kita mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri. Bahkan
ejekan orang yang muncul tidak membuat kenyang. Itu sangat benar.
Catatan bagiku, memang sekarang aku
sudah belajar dan sedang bekerja. Memang harus tekun dan teliti dalam bekerja
agar mampu berkarya nantinya kelak. Amin.
Pataba, Jetis Blora.

