BREAKING NEWS

Mampir Ke Cafe Sawah



Yap, seminggu yang lalu aku diajak nurul (teman kuliah: partner tersolid sepanjang masa) hehe ke rumah ayu sulvi. Ceritanya nurul ke Malang untuk menemui pacarnyayang sudah balik dari Papua (tugas negara) hehe. Jadi sekalian mampir ke kosku dan ke rumah sulvi. Nurul ragu mengajakku karena takut kejauhan hehe. Oke kembali lagi, letak rumah ayu sulvi di daerah Ngantang, Pujon. Perjalanan kami ke rumah sulvi sekitar 1,5 jam. Waktu yang ditempuh sangat lama karena terjebak hujan, gerimis yang tidak menentu. Dan akhirnya memutuskan meneruskan perjalanan kami. Sebetulnya perjalanan tidak akan diteruskan jika hujan lebat karena kami akan melewati lembah hijau.

Ditengah perjalanan kami terjebak hujan, akhirnya kami meneruskan perjalanan dengan menggunakan mantel. Disisi lain, ketika sudah sampai batu, hujan tidak terlalu deras. Diselingi hujan yang rintik-rintik, ketika akan menghubungi sulvi, sinyalpun tidak ada. Kami janjian dengan sulvi namun lokasi tersebut agak jauh dirumah suli. Pada akhirnya kami meneruskan perjalanan kami, ditengah jalan temanku nurul melihat bapaknya sulvi didepan rumah. Nurul pun menepuk pundakku untuk menghentikan laju motor.

Sekitar pukul 02.00 kita sampai dirumah sulvi, kami mengobrol sekilas info kerja (maklum fresh graduate) hehe. Cuaca di Ngantang lebih dingin dibandingkan dengan Malang, dan hawanya sangat ngantuk hehe. Tidak terasa kita mengobrol sampai 1 jam dan merencanakan pergi bersama. Sekitar 15 menit kemudian, kami menganggap sulvi untuk ganti baju dan melaju untuk jalan-jalan. Alhasil, sulvi memasak untuk kami. Astaga sulvi sangat repo-repot sekali hehe. Tapi terimakasih ya sulvi kalo gini jadi sungkan.

                                                              Bersama Sulvi dan Nurul
Rasa sungkan ketika setelah makan langsung pulang, kami mengobrol sebentar dahulu. Tidak lupa nurul mengambil bukunya hehe (karena mereka dulu jadi asisten yang sama di reproduksi ternak). Kemudian cuaca tidak mendukung kembali, hingga akhirnya hujan pun datang. Mau tidak mau, kami harus tetap melangsungkan  perjalanan yang begitu panjang. Cuacanya pun terus menerus gerimis berganti hujan. Sekitar pukul 15.30 kami berpamitan pulang dengan keluarga sulvi. Dengan mantel, kami melaju ke Cafe Sawah.

Tujuan awal untuk kerumah sulvi, namun kami mampir dahulu ke Cafe Sawah. Jarak dari gapura ke Cafe Sawah lumayan jaun sekitar 5 km. Perjalanan kami melewat rumah penduduk dan lembah hijau lagi hehe. Sebenarnya saya ragu untuk mampir kesana, dari dilihat dari waktu yang sudah sore dan cuaca hujan. Namun, jika tidak sekalian jalan-jalan kurang feelnya hehe. Jam menunjukkan pukul 16.30 kami berfoto ria untuk masuk ke dalam Cafe Sawah. Cuaca dingin dan pemandangannya sangat bagus sekali.

                                                                         Arena Awal

                                                                        Arena Utama  2
                                                                  
Sangat disayangkan, karena hujan dan sudah malam kami tidak bisa menikmati arena disekitar Cafe Sawah yang begitu bagus. Dan hanya beberapa spot yang kami jelajahi. Di Cafe Sawah banyak pengunjung yang berdatangan dan arena begitu banyak. Tiket masuk ke Cafe Sawah hanya Rp. 8.000/ orang. Harga tersebut sangat terjangkau bagi semua kalangan. Setelah berfoto-foto ria, kami memesan coklat panas dan menikmatinya karena cuacanya begitu dingin. Pemandangan di Cafe Sawah yang bagus karena tepat kita foto di sekitar area, di belakang foto kami terdapat pegunungan yang menjulang tinggi. Kenapa disebut Cafe Sawah? Kalo menurutku lokasinya ditengah sawah hehe. Selain cafe, disekitar arena juga terdapat bunga-bunga yang bermekaran sangat indah dan menawan.  


                                                                   Arena Utama 1

                                                                        Sama Nurul
Sekitar pukul 18.00, kami kembali melaju untuk melanjutkan perjalanan untuk pulang. Kami harus kembali menuju gapura sekitar 5 km. Nah, kami yang terjebak hujan melaju menggunakan motor dengan cepat. Malam hari yang berkabut, kami hampir terjebak dijalan. Akhirnya kami memutar balik arah motor yang melaju, kami bertanya disekitar penduduk setempat arah jalan untuk pulang. Tak lama kemudian setelah bertanya, kami melanjutkan perjalanan. Nah, keseruan selanjutnya kami kami terjebak banjir kecil dijalan. Motor kami mendadak mogok karena genangan air yang datang berlawanan dengan arah motor kami. Alhasil kami meminta bantuan kepada bapak setempat yang melaju menggunakan motor (sepertinya bapaknya habis pulang dari sawah hehe). Sungguh terimakasih bapak, semoga kembali ke bapak.  

Cerita di Samarinda





                                                                      Bersama Bapak

Huh, sedih sekali harus LDR sama bapak kembali. Sifat alayku muncul hehe. Oke aku share lagi ketika aku di Samarinda. Kemaren aku udah janji jika aku jalan-jalan di Samarinda, bakal aku share ya. Sudah 3 hari lalu aku pulang dari Samarinda, cukup lama disana sekitar 9 hari. Ketika 2 hari disana, kok ya maagku kambuh 😭 ini yang paling ngeselin banget dan sangat disesalkan.

Hari pertama aku diajak bapak ke rumah teman bapak, deket dari rumah bapak sekitar 5 menit naik motor. Orang tersebut asli malang tapi sudah menetap di Samarinda. Aku juga mengobol lama sambil menunggu bapak sekitar 2 jam. Kegiatan dirumah jika anak cewek pasti memasak ya. Aku seneng bisa memasak untuk bapak tercintahh hehe. Duh alay lagi. Alhasil aku memasak ketika hari kedua disana, aku makan sambal padahal tidak banyak. Kemudian malam hari perutku terasa sesak dan maagku pun kambuh.

Hari ketiga dan keempat aku berbaring dirumah karena sakit. Aku sangat jengkel punya maag sejak berumur 7 tahun. Kemudian akupun harus minum obat dan beristirahat yang cukup. Jadi curhat disana, malah bukan jalan-jalannya ya hehe. Maapin okee. Hari kelima dan keenam aku buat  cerita diwattpad judulnya “TASHA’S STORY” oke boleh mampir ya dan jangan lupa vote dan comment. Promosi boleh dong ya?. Aku melanjutkan cerita wattpad ke part 5 dan part 6. Alhamdulillah viewersnya udah 1,4 ribu sekarang tidak menyangka sama sekali. Genre novel yang aku buat belum mengarah ke humor atau romance. Padahal genre tersebut adalah salah dua yang diminati oleh para readers dari kelima genre.

Next, hari ke 7 aku masih baca novel bagus dan recommended banget. Novelnya sudah dibaca oleh berjuta-juta readers. Pengen deh punya cerita menarik gituh. Selain itu aku juga beli tiket pesawat tetapi aku bayarnya lewat teller dan harus menunggu sampai 2 jam. Akhirnya bapake marah karena sudah menungguku lama. Jeongmal mianhae appa. Selain itu aku juga mampir di Masjid Islamic Center di Samarinda, katanya bapak terbesar se Asia Tenggara. Memang besar banget masjidnya. Mungkin jika jalan kaki lebih mengasyikkan untuk mengitari disekeliling masjid. Tak lupa aku juga berfoto ria didekat Sungai Mahakam, viewnya bagus juga untuk berfoto hehe. Bapak gak begitu suka kalo jalan-jalan, udah dari dulu ketika aku masih kecil hehe. Nggak aneh aku melihatnya. Hal ini kemungkinan menular kepadaku ya? Oh No!!

                                                             Bersama Ibu dan Adek

Hari ke 8 aku jalan-jalan di Robinson, Mall Lembuswana dan Unversitas Mulawarman. Bersama ibu dan adek-adekku, aku nggame dulu di Timezonenya Robinson, kemudian mampir di Mall Lembuswana untuk makan dulu karena sudah jalan-jalan cukup lama. Maklum anak cewek kalo jalan-jalan di mall seneng banget hehe. Tidak lupa aku juga mampir di Gramedia untuk liat buku yang recommended. Udah itu aja ceritaku di Samarinda cukup singkat dan jelas ya. Gomawo 😊

                                                                     Masjid Islamic Center


                                                                    Disamping Sungai Mahakam







 
Copyright © 2014 I HAVE A DREAM. Designed by OddThemes