Perkenalkan teman andalanku yaitu Nurul Jannatin Aliyah. Dia dari Tuban.
Asli Jawa tulen. Teman yang aku kenal dari mulai maba. Aku mengenalnya ketika
ospek universitas, kita kenal karena satu kelompok dengannya. Selain satu
kelompok ketika ospek universitas, ternyata kami juga dipertemukan diospek
fakultas. Selanjutnya kami membuat peralatan ospek fakultas dikosnya bersama
teman baru yang lainnya.
Ospek fakultas berlangsung selama 2 hari, kita mendapat tugas dan lumayan
banyak. Setelah ospek selesai, ternyata kami teman satu kelas. Kami saling
akrab hingga sampai sekarang. Dia juga mendapatkan beasiswa bidikmisi, sama
seperti denganku. Aku sangat senang memiliki teman baru ketika maba terutama
yang cocok denganku. Aku tipe berteman ke sesama sangat sulit untuk langsung
akrab. Hari demi hari, kami seperti adik kakak yang berangkat kuliah bersama
begitupun sampai pulang kuliah.
Dikelas ketika semester 1
Kosnya Nurul juga tidak begitu jauh dengan kosku, ternyata kita
bertetanggan. Terkadang kami mengerjakan tugas bersama, hingga aku menginap
dikosnya hehe. Nurul adalah teman yang solid, kuat dan pintar. Namun dia kadang
juga keras dan sering marah peace. Dia memiliki basic di lapang (ekstrovertnya
bagus) sedangkan aku lebih ke introvert. Jadi jika kita satukan, maka kami
menjadi tim yang kokoh. Sering kali kami juga marah, namun hanya sementara
karena salah presepsi saja.
Nurul ternyata suka menulis dari sejak zaman SMA, hingga aku diajak untuk
mengikuti jejaknya wihh... Keren kan ?
Ketika saatnya tiba, kami mengikuti PIMB dan akhirnya lolos sampai LKTI ke
berbagai Universitas di Indonesia. Tidak kusangka baru semester 2, kami lomba
perdana ditingkat Nasional. Berkat kami berguru di Mas Muchlas, Mas Doni dan
perjuangan yang keras, kami bisa juara 2. Sejujurnya, aku sejak SMK tidak memiliki
basic menulis ilmiah. Dan menulis saja jika ada tugas sekolah. Padahal manfaat
menulis ilmiah memiliki output yang banyak. Aku hanya mementingkan akademik,
padahal non akademik juga sangat penting.
Survei Luwak di Jalan Bunga Vinolia tahun 2015
PENNAS tahun 2014 di Kanjuruhan
Membaca adalah hal yang tidak begitu kusuka. Dalam tanda kutip “jika bacaan
berhubungan dengan akademik” ini aku suka. Pada suatu ketika ada tugas kuliah
dan diharuskan untuk membaca. Aku pernah berkeluh kesah ke Nurul soal malasnya
aku membaca, hingga dia komplain denganku. Dia salah satu teman yang sangat
perhatian kepadaku, ketika ulang tahunku Nurul menghadiahiku buku biar aku suka
membaca. So sweet kan?
Tatkala sifat kami yang berbeda, membawa tim kami selalu kompak dan
mendapatkan juara. Kelebihan dia ketika dilapang sangat baik sedangkan basicku
di lab. Hingga pada saatnya, sensasi pertama ketika kami mendapatkan dana untuk
lomba yang sangat melekat dihati. Tidak hanya itu juga, sensasi kami juga harus
mengikuti ujian susulan ketika UTS/UAS. Tidak hanya melulu lomba, dia juga
teman curhat yang selalu setia mendengarkan keluh kesahku baik itu segi cinta,
keluarga dan kuliah.
Aku juga banyak belajar darinya mulai dari manajemen waktu. Susah yang satu
ini ketika mengatur waktu antara kuliah dan organisasi. Ketika kuliah, sejak
semester 1 dia mendapatkan IP yang bagus. Semester 3 adalah semester yang
padat-padatnya praktikum dan full organisasi. Hasil dia dalam manajemen waktu
sangat baik adalah mendapatkan IP yang bagus dan organisasi tetap jalan. Sedangkan
aku memutuskan tidak mengikuti kepanitian dan IP malah turun.
Itulah manusia memiliki sisi yang berbeda dan unik. Aku sangat senang dan
bersyukur bisa mempunyai teman yang sangat klop dari segi apapun. Semoga kami
sukses bersama dalam meraih cita-cita.


