Sosok yang muncul tanpa alasan, ketika awal
pertama melihatnya. Dengan ukiran senyumannya dengan penuh malu. Tak berarti
apa-apa. Aku kira itu hanya tanaman baru dengan warna yang berbeda. Namun hal
ini aneh tidak seperti biasanya~
Dia selalu memberikan senyumannya
seperti bunga yang selalu merekah dipagi hari. Aku mulai merasakan keanehan. Ah
biarkan! Biarkan saja, mungkin memang murah senyum. Jam berputar dengan sangat
cepat, dia lagi tetap sama sama seperti waktu sebelumnya.
“Selamat pagi.” ucapan dikala pagi hari
waktu itu.
“Iya.”
Tak lama tanaman baru tumbuh tidak
seperti tanaman yang lainnya. Berbeda, benar ia sangat berbeda. Entah, apa aku
mulai merasakannya? Tanaman tersebut tumbuh duri yang kian menusuk jika orang
memegangnya. Tanaman itu kian tumbuh semakin tinggi seiring dengan waktu yang
terus berganti.
Tepat dua minggu, tanaman tersebut mulai
bermekaran. Mulai menunjukkan keindahannya setiap orang ingin melihatnya. Namun
aku ingin memeliharanya dengan baik dan ingin kurawat. Perlahan tapi pasti, meskipun
tidak seperti pertanyaan yang sewajarnya. Selalu aneh.
Dan tanaman itu tumbuh dengan cepat
tidak hanya duri namun bunga. Bahkan setiap orang akan tertuju pada
pandangannya. Memang aneh namun sangat nyata. Serba cepat bahkan tidak semua
orang akan mengerti dengan maksudnya. Namun aku selalu menelaah setiap cabang
yang tumbuh.
Embun dikala pagi hari begitu pekat
entah mengapa sangat bersahabat sekali. Memang seperti yang aku rasakan. Ini benar
adanya. Atau aku yang salah mengartikannya ? Ucapan untuk kedua kalinya seperti
kupu-kupu yang berterbangan dikala siang hari. Seakan mimpi namun tidak, ini
nyata. Dia muncul dengan jenis yang berbeda~
Wajar jika kupu-kupu dibuatnya selalu
berterbangan disekelilingnya. Terkadang tanaman tersebut sering dibawa
pemiliknya entah kemana. Hingga kupu-kupu bingung untuk mencarinya meskipun
selalu memberikan nuansa yang berbeda. Suatu ketika kupu-kupu sudah tidak
menemui tanaman indah nan cantik. Ia berharap akan selalu bertemu dengan sang
tanaman yang pernah singgah.
Suatu ketika sang kupu-kupu bertemu
dengan sang tanaman, tetap sama seperti dulu. Dengan senyuman yang sama entah
dengan hati yang sama atau tidak.
