Alhamdulillah, seperti mendapatkan kupon berhadiah. Senang sekali rasanya
bisa mengunjungi bapak di Samarinda. Sejak hengkangnya bapak dari tanah Jawa tahun 2006 karena ada beberapa
faktor. Sedih jika menceritakannya dan tidak ada habisnya untuk diceritakan. Semenjak
tahun 2006-2007, sementara bapak tinggal di Balikpapan. Namun tahun 2007-sekarang
bapak sudah menetap dan menikah kembali di Samarinda.
Sedih jika harus LDR dengan bapak selama 10 tahun, herannya kenapa bapak
harus ke Kalimantan ? Nggak disekitar Jawa Timur saja ? Ah, sudahlah mungkin
sudah takdir yang telah menggariskannya. Syukur bapak dirawat oleh Ibu tiriku
sekarang, jika bapak sakit sudah ada yang menjaganya. Dan alasan bapak itulah menjadi
faktor untuk menikah kembali. Bapak merintih kembali dan mulai dari awal
kembali untuk hidup baru. Aku yang dulu anak tunggal, kini sudah berbeda. Alhasil
aku punya 2 adik tiri, hasil pernikahan dengan ibuku tiri aku mempunyai adek
cowok. Sekarang dia kelas 3 SD namanya Angga. Wajahnya persis sama ibunya hehe.
Mungkin anak cowok ya hihi. Dan adekku kedua dari anak ibuku namanya Ernita. Sekarang
Nita kuliah di FILKOM Universitas Mulawarman dan masih semester 1.
Oke, sekarang bukan menjadi anak tunggal lagi. Banyak tanggungan untuk
membahagiakan orang tua. Sekarang aku tinggal di rumah baru bapak di Samarinda.
Sungguh senang bisa merasakan tinggal bersama orangtua meskipun hanya 10 hari. Serasa
merasakan 12 tahun lalu namun dengan berbeda ibu. Jarang sekali aku berkunjung
ke Samarinda, karena mumpung ada kesempatan 2 minggu aku manfaatkan untuk
liburan ke sini. Biasanya aku pulang di rumah mbah ataupun di rumah paklek yang
berdekatan dengan rumahku dulu. Banyak kenangan yang tersimpan ketika waktu
dulu ketika di rumah dulu. Duh aku kok jadi mellow ya hehe
Disini aku paham betul bagaimana kondisi bapak yang sebenarnya terkait
ekonominya. Sebagai anak yang selalu minta uang ke orangtua, aku pun harus
berusaha untuk mandiri. Alhamdulillah sudah 1 tahun aku sudah tidak
menggantungkan orangtua untuk meminta uang, namun belum bisa memberi orangtua. Sabar
ya bapak, bertahap dulu hehe. Tunggu wina sukses dulu ya pak. Sudah lama juga
tidak mendengarkan bapak ketika marah, wajah datar, keras dan dingin bapak
selalu mengingatkanku. Tingkat sifat kekerasan bapak 10x lipat dariku hehe. Bercanda
kok. Dan aku daridulu sebenarnya jarang banget deket dengan bapak. Karena ibu
sudah tiada, jadi aku mau gak mau harus bisa sharing dan dekat dengan bapak.
Aku juga belum jalan-jalan di Samarinda karena masih dua hari sini. Heran deh
aku gak seperti anak-anak pada umumnya ya dari dulu. Misal aku gak suka nonton
kartun, tapi aku suka nonton power ranger ataupun sunggokong.haha. Dan misalnya
aku aku gak begitu suka jalan-jalan di alam-alam tapi aku suka di mall. Aneh
juga kenapa aku tidak seperti anak-anak pada tingkat kewajarannya ya hehe.
Balik lagi, perjalanan dari Malang ke Samarinda aku naik travel Trans
Superindo. Travelnya sangat nyaman sekali dan enak. Sudah terbiasa naik travel
tersebut ketika dulu lomba dengan temanku Nurul ke Makassar ataupun Padang
hehe. Perjalanan selanjutnya ke Samarinda harus naik pesawat terlebih dahulu dari
Surabaya menuju Balikpapan. Jika jenis pesawatnya ada banyak pilihannya dari
Lion Air ataupun Citilink dan bisa dicek di Traveloka. Harga tiket pesawat
sekitar 650.000 tergantung pilihan dari tanggal dan jamnya. Setiap harinya
harganya pun berbeda-beda. Waktu yang ditempuh selama naik pesawat hanya 1,5
jam. Setelah sampai di Bandara Balikpapan, akupun dijemput oleh Bapak dan
menuju Samarinda menggunakan travel. Untuk tempat wisatanya disini ditunggu saja
ya jikalau aku jalan-jalan.
