Lembaga les Bahasa Inggris di
Malang begitu banyak. Akupun memilih lembaga les yang terjangkau dan
menyesuaikan kebutuhan yang kita inginkan. Sebenarnya jika sudah terlatih
mendengarkan musik dan mengoceh sendiri pake bahasa inggris sudah membiasakan
diri kita untuk belajar. Namun, kembali lagi ke diri kita masing-masing untuk
berkeinginan pentingnya belajar bahasa inggris.
Karena aku tidak suka belajar
yang mendadak atau sistem SKS karena aku menginginkan hasil yang perfeksionist. Jika
hasilnya tidak memuaskan membuatku merasa kurang dalam hati ini dan tidak bisa
lega. Mempersiapkan tes TOEFL juga membutuhkan waktu lama agar hasil yang kita
inginkan sesuai dengan harapan. Kembali lagi ke lembaga les yaa
Nah, ketika bulan Februari 2017
lalu aku mengikuti les bahasa Inggris di Royal English Malang. Aku mengambil
les TOEFL Ekuivalent dengan rentang waktu 1,5 bulan. Jadwal masuk les jam
16.00-17.30 selama 15 kali pertemuan. Biaya untuk les TOEFL yaitu
450.000/orang. Biaya tersebut lebih murah karena aku mendaftarnya berkelompok
dengan teman-temanku. Jika daftar sendiri biayanya lebih mahal yaitu
550.000/orang. Awal mula pendaftran les waktu itu, aku didaftarkan oleh temanku
Lutfi karena kita mendaftarnya berkelompok sebanyak 10 orang. Tujuanku les
TOEFL yaitu lebih spesifik ke TOEFL ITP. Ternyata aku salah memilih TOEFL
Ekuivalent. Perbedaan TOEFL Ekuivalent dan TOEFL ITP yaitu tingkat kesulitan
soal. Ada 3 bagian dari TOEFL Ekuivalent dan TOEFL ITP yaitu reading, structure
dan listening
Sebelum memulai les, aku diuji
terlebih dahulu kemampuan bahasa Inggris. Alhasil nilaiku dibawah standar dari
teman-teman. Akupun mulai evaluasi diri untuk belajar karena kebanyakan
mendengarkan lagu korea jadi gini deh (apa hubungannya??). Selama les aku
diajarkan tips dan trik mengerjakan soal TOEFL. Tips dan trik tersebut aku
rangkum kembali agar catatan lebih rapi dan dapat dibaca kembali. Tutor yang
mengajar juga ramah sekali, jadi kita bisa bertanya jika ada materi yang belum
kita pahami. Setelah 1,5 bulan les, aku mengikuti ujian akhir TOEFL di Royal
English Malang. Ada jaminan skor tes TOEFL yaitu 500. Jika skor kita ketika
ujian akhir rendah, maka dapat diulangi sampai skor mencapai 500.
Setelah itu aku belajar mandiri
karena juga mempersiapkan Tes TOEFL ITP untuk persyaratan kelulusan di INBIS
Universitas Brawijaya. Aku mendaftarkan untuk tes TOEFL ITP di INBIS sekitar
bulan Januari 2017. Aku menunggu untuk tes TOEFL sekitar 1 bulan dan akhirnya
aku tes pada bulan Februari 2017. Aku mendaftar tes tersebut gratis karena
sebagai persyaratan untuk wisuda. Jika sudah lulus, tetap bayar loo ya kalo
pengen tes lagi 😄. Biaya untuk
tes TOEFL di INBIS Universitas Brawijaya yaitu sekitar 400.000-450.000.
Waktu tes TOEFL ITP berlangsung
selama 2,5 jam. Aku menerapkan tips dan trik ketika les karena sangat
bermanfaat sekali. Karena program tes TOEFLku yang gratis, aku menunggu tes
TOEFL tersebut selama 2 bulan lamanya. Jika kalian ingin mau tes TOEFL ITP di
INBIS, sertifikat TOEFLnya bisa diambil 2 minggu setelah tes. Meskipun jauh
dari angka 500, aku mendapatkan skor TOEFL ITP yaitu 417. Tingkatan soal TOEFL
ITP lebih sulit dan bacaan reading lebih banyak dibandingkan dengan TOEFL
Ekuivalent. Kalo nilai TOEFL ITP kita diatas 450 maka akan mendapatkan sertifikat achievement. Jika nilai kita < 450 maka hanya mendapatkan kartu berwarna kuning dan pink.
Semoga bermanfaat~
